Jumat, 18 November 2016

Analisis Orjinalitas Proyek


A. Gagasan orisinil dan terintegrasi

Gagasan atau ide adalah istilah yang dipakai baik secara populer maupun dalam bidang filsafat dengan pengertian umum "citra mental" atau "pengertian". Terutama Plato adalah eksponen pemikiran seperti ini.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide/gagasan adalah rancangan yang tersusun di pikiran. Artinya sama dengan cita-cita. Gagasan dalam kajian Filsafat Yunani maupun Filsafat Islam menyangkut suatu gambaran imajinal utuh yang melintas cepat. Misalnya: gagasan tentang sendok, muncul dalam bentuk sendok yang utuh di pikiran. Selama gagasan belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan maupun gambar yang nyata, maka gagasan masih berada di dalam pikiran.
Gagasan menyebabkan timbulnya konsep, yang merupakan dasar bagi segala macam pengetahuan, baik sains maupun filsafat. (Wikipedia, 2013).


B. Otonomi Tim Kerja

Tim kerja adalah kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individual (Stephen, Timothy2008:406). Hal ini memiliki pengertian bahwa kinerja yang dicapai oleh sebuah tim lebih baik daripada kinerja per individu disuatu organsasi. (HABIBAHSMART, 2013).


C. Investigasi Kelompok Secara Kolaboratif

Investigasi kelompok secara filosofis beranjak dari paradigma konstruktivis, yakni terdapat suatu situasi yang di dalamnya para siswa berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain dengan berbagai informasi dan melakukan pekerjaan secara kolaboratif untuk menginvestigasi suatu masalah, merencanakan, mempresentasikan serta mengevaluasi kegiatan mereka. (Hermawan, 2012).

Analisis Rancangan Kerja Proyek



A. Model Lengkap Dan Cocok
Langkah Menyusun Rancangan Proyek
1.     Rencanakan sebuah pekerjaan dengan pertimbangan yang logis. Penyusunan sebuah skema yang efektif untuk sebuah proyek mungkin terlihat sebagai sebuah pekerjaan yang berat. Pada prakteknya, penyusunan skema proyek ini sebenarnya adalah sebuah prosedur yang sangat penting.
2.    Siapkan sebuah daftar untuk pemeriksaan hasil kerja. Meskipun masing-masing direktur mungkin mempunyai pendekatan dan cara pemantauan proyek yang berbeda-beda, beberapa jenis industri, perusahaan, dan bisnis biasanya menggunakan daftar pemeriksaan sebagai landasan awal untuk menyusun rencana kerja bagi proyek mereka.
3.    Susunlah rencana secara rinci. Penyusunan rencana proyek yang baik dapat dilakukan dengan menentukan apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi
4.    Lakukanlah analisis risiko. Rancangan sebuah proyek yang efisien membutuhkan sebuah analisis atas risiko yang mungkin timbul. Setiap faktor risiko harus diperhitungkan/dianalisis
5.    Lakukanlah penyesuaian selama proyek berjalan. Setelah rencana proyek disusun, lakukan peninjuauan dan penyesuaian yang dibutuhkan sampai rencana ini dipastikan bisa terlaksana dan mencapai hasil yang diinginkan.
6.    Siapkan sebuah jadwal kerja dalam format yang jelas yang mampu memberikan target waktu dari seluruh pekerjaan.
7.    Buatlah kesepakatan terlebih dahulu
8.    Lakukan pemeriksaan ulang atas finalisasi rencana proyek. (audey, 2015)

Persyaratan
persyaratan di dalam penerapan analisis jaringan kerja dan memiliki tahapan dalam penerapan analisis jaringan kerja. Selain itu analisis jaringan kerja juga menggunakan komputer. (meimei, 2014)

Persyaratan yang harus dipenuhi penerapan analisis jaringan kerja antara lain:
1. Model harus lengkap.
Analisis jaringan kerja merupakan model yang kompleks yaitu mencakup informasi kegiatan, informasi sumber daya yang dibangun dalam diagram jaringan kerja (network diagram).
2. Model harus cocok.
Tentunya diagram jaringan kerja proyek pelatihan guru berlaku untuk proyek itu sendiri, tidak untuk proyek pembangunan jembatan.
3. Asumsi yang dipakai tepat.
Analisis jaringan kerja harus menggunakan asumsi, karena ketepatan asumsi sangat mempengaruhi keberhasilan analisis jaringan kerja.
4. Sikap pelaksanaan.
Sikap pelaksanaan proyek diharapkan dan tentunya dianggap menjadi pendukung penyelenggaraan proyek (Hendra, 2010)

B. Ketepatan asumsi
       asumsi adalah peluang, artinya kita bisa banyak belajar tentang kesadaran, baik itu bentuk bentuk kejiwaan ataupun cara pikir atau pemikiran yang berragam, dengan tujuan memperkaya khazanah keilmuan dan kesadaran dalam diri kita. Hal seperti ini sangat bertolak belakang dengan cara pandang benar-salah dan maksud maksud dari ego ontologis, sebab, yang seperti ini adalah perjalanan kemakhluqan kita. (Rohman, 2014)

Persyaratan yang harus dipenuhi penerapan analisis jaringan kerja antara lain:
v Model harus lengkap. Analisis jaringan kerja merupakan model yang kompleks yaitu mencakup informasi kegiatan, informasi sumber daya yang dibangun dalam diagram jaringan kerja (network diagram).
v Model harus cocok. Tentunya diagram jaringan kerja proyek pelatihan guru berlaku untuk proyek itu sendiri, tidak untuk proyek pembangunan jembatan.
v Asumsi yang dipakai tepat. Analisis jaringan kerja harus menggunakan asumsi, karena ketepatan asumsi sangat mempengaruhi keberhasilan analisis jaringan kerja.
v Sikap pelaksanaan. Sikap pelaksanaan proyek diharapkan dan tentunya dianggap menjadi pendukung penyelenggaraan proyek. Di dalam analisis jaringan kerja juga memiliki tahapan di dalam penerapan analisis (Ahmad, 2013)

C. Sikap pelaksanaan
 
1.     Memberi pegangan bagi pelaksana mengenai alokasi sumberdaya untuk melaksanakan kegiatan
2.     Sarana komunikasi bagi semua pihak penyelenggara proyek
3.     Dasar pengaturan alokasi sumberdaya
4.     Pendorong para perencana dan pelaksana melihat ke depan dan menyadari pentingnya unsur waktu
5.     Pegangan dan tolok ukur fungsi pengendalian (htt1)


Analisis Topik Proyek

A. Manageble Topic (Topik terjangkau)
Salah satu saran yang sangat simpatik adalah “jangan sekali-kali melakukan apapun yang ada di luar jangkauan kemampuan diri sendiri”
Dengan demikian, hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan: 

a. Apakah latar belakang pengetahuan, kecakapan, dna kemampuan diri sendiri, sudah cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan topic yang akan dikerjakan?
b. Apakah waktu, dana telah dipikirkan dengan masak dan mencukupi? 
c. Apakah topic tersebut dapat memperoleh konsultan/pembimbing dengan mudah? 
d. Apakah tidak ada hambatan-hambatan dari pihak-pihak lain, berkenaan dengan topic tersebut? Suatu penelitian tidak akan berhasil dengan memuaskan bilamana mahasiswa tidak mempunyai bekal pengetahuan juga kecakapan tentang cara-cara mencari dan mengolah data yang telah terkumpul.. (Rohman, 2011) 

1.Apakah topik tersebut secara  pribadi menarik minat dan semangat peneliti
2.Apakah topik tersebut dapat menimbulkan rasa ingin tahu (curiousity) secara ilmiah  3.Apakah menarik untuk dapat  mengarahkan pada kebenaran ilmiah

MERUMUSKAN JUDUL PENELITIAN
Kalimat pernyataan yang dapat menggambarkan materi, permasalahan, objek dan metoda penelitian serta maksud dan  tujuannya . Kalimat pernyataan yang terdiri dari kata-kata yang jelas (tidak kabur), singkat (tidak bertele-tele), deskriptif atau runtut, dengan pernyataan yang tidak terlalu puitis atau bombastis . (sulistio, 2015)

B. Obtainable Data (Data mudah diperoleh)
Setiap penelitian memiliki topic atau pokok masalah tertentu.Tiga kriteria yang perlu dipenuhi untuk mengangkat suatu topik menjadi suatu masalah penelitian yaitu manageable topic, significant topic, dan interesting topic. Suatu masalah memenuhi kriteria manageable topic apabila :
1.     Masalah atau topik itu dikuasai oleh peneliti. Peneliti memiliki latar belakang pengetahuan atau kecakapan yang cukup untuk memecahkan masalah itu.
2.      Untuk memecahkan masalah itu ada waktu dan biaya yang cukup
3.      Ada konsultan untuk memecahkan masalah itu.
4.      Ada pihak yang dapat diajak bekerjasama untuk meneliti masalah itu. (Dani, 2013)

C. Significancy of Topic (Penting untuk dikerjakan)
Suatu penelitian ilmiah tentu berawal dari pemilihan topik yang akan diteliti. Dalam bidang sejarah, topik penelitian harus memenuhi beberapa persyaratan.
a) Topik itu harus menarik (interesting topic), dalam arti menarik sebagai obyek penelitian. Dalam hal ini termasuk adanya keunikan (uniqueness topic).
b) Substansi masalah dalam topik harus memiliki arti penting (significant topic), baik bagi ilmu pengetahuan maupun bagi kegunaan tertentu.
c) Masalah yang tercakup dalam topik memungkinkan untuk diteliti (manageable topic). Persyaratan ini berkaitan dengan sumber, yaitu sumber-sumbernya dapat diperoleh.

Meskipun topik sangat menarik dan memiliki arti penting, namun bila sumber-sumbernya, khususnya sumber utama tidak diperoleh, masalah dalam topik tidak akan dapat diteliti. Oleh karena itu calon peneliti harus memiliki wawasan luas mengenai sumber, khususnya sumber tertulis. (Pradinata, 2013).

D. Interested Topic (menarik untuk diteliti)
Masalah adalah kata yang sering kita dengar dikehidupan sehari-hari, tak ada seorangpun yang tak luput dari masalah baik masalah yang sifatnya ringan ataupun masalah yang sifatnya berat. Masalah adalah suatu kendala atau persoalan yang harus dipecahkan dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik. (Burhaniddin, 2013)



Jumat, 21 Oktober 2016

Setting firewall di windows client

Semenjak diperkenalkan di Windows XP dengan nama Internet Connection Firewall, Windows Firewall sudah mengalami beberapa perubahan signifikan khususnya untuk Firewall di Windows 7.
    Perbedaan paling mendasar antara firewall windows XP dan Windows 7 adalah pada Windows firewall di XP hanya bisa diatur / terbatas untuk koneksi yang masuk (inbound), sedangkan di Windows 7 Firewall dapat diatur untuk menfilter semua koneksi baik itu yang masuk (inbound) maupun keluar (outbound).
   Firewall yang disertakan pada Windows 7 memiliki banyak fungsi, powerful, dan penggunaannya juga sangat mudah. Cocok bagi user yang sering berpindah-pindah antar satu jaringan ke jaringan lain. Misal dari rumah, kantor, ataupun hotspot publik.
   Untuk melakukan setting firewall di Windows 7 dilakukan dengan masuk ke Control Panel | Windows Firewall

  • Akses Firewall di Windows 7

Windows Firewall memberikan 3 pilihan profil yaitu Home Network, Work Network dan Public Network. Home dan Work Network diklasifikasikan sebagai private network dimana kondisi jaringan dinilai relatif aman.

Dengan memilih opsi “Home Network“, kita bisa membuat Homegroup dimana network discovery akan dihidupkan dan membuat kita bisa melihat komputer lain yang terhubung dengan Network yang sama dengan kita.
Bergabung dengan Homegroup akan membuat komputer yang terkoneksi dapat me-share gambar, musik, video dan dokumen maupun sharing Printer. Bila ada folder yang ada di libraries kita yang tidak ingin dishare dapat dipilih untuk tidak dishare.

Jika memilih “Work network“, network discovery akan hidup secara default tapi kita tidak akan bisa membuat atau bergabung ke dalam Homegroup. Bila kita bergabung ke Domain Windows (Control Panel | System | Advanced System Settings | Computer Name tab) dan telah berhasil diautentifikasi, secara otomatis Windows Firewall akan mengenalinya dan mengklasifikasikan sebagai domain network.

“Public Network“ merupakan pilihan yang tepat bila kita sedang mengakses internet di area publik seperti restoran, kafe, ataupun saat memakai koneksi dengan internet melalui handphone. Memilih Public Network akan membuat setting Network Discovery off secara default sehingga komputer lain di jaringan tidak bisa melihat keberadaan anda dan pilihan profil ini akan membuat anda tidak bisa membuat atau bergabung kedalam homegroup.

Untuk setiap profil network, secara default Windows Firewall akan memblokir koneksi dari program yang tidak ada didalam daftar whitelist. Namun Windows 7 memperbolehkan anda melakukan setting berbeda untuk setiap profil, beserta juga pengaturan notifikasi saat Firewall memblokir applikasi.
  •  Mengatur notifikasi untuk koneksi yang diblokir firewall

Kita bisa mengkonfigurasikan pilihan akses program untuk setiap profile dengan memilih Advanced Setting di bagian kiri layar utama. Beberapa setting yg dapat kita rubah antara lain:

    On/off status of the Windows firewall
    Koneksi yang masuk ke komputer kita “Inbound connections” (block, block all connections, atau allow)
    Koneksi yang keluar dari komputer kita “Outbound connections” (allow atau block)
    Notifikasi bila ada program yang diblokir oleh Windows Firewall (Display notifications)
    Perbolehkan unicast response ataupun broadcast traffic
    Pilihan untuk mempergunakan pengaturan Firewall dan keamananan yang dibuat oleh administrator lokal ditambah dengan pengaturan yang ada di setting Group Policy

Untuk melakukan setting program, range IP address, ataupun port mana saja yang diperbolehkan untuk mengakses jaringan, baik untuk akses masuk (inbound) ataupun akses keluar (outbound), bisa melakukan pengaturan di Control Panel > Advanced Setting, setelah itu dibagian kiri pilih opsi Inbound Rules atau Outbound Rules.
  • Setting Inbound dan outbound rules di firewall

Untuk menambahkan pengaturan rules baru klik menu New Rule, lalu pilih tipe rule yang ingin dibuat (program, port, predifined setting, dan custom rule) lalu ubah nilainya sesuai dengan kebutuhan dan tentukan aksi yang akan dilakukan apakah akan memblokir atau mengijinkan koneksi ke jaringan.
  • Setting firewall untuk program, port dan IP tertentu

Kita juga bisa melihat log / catatan aktifitas dari Windows Firewall untuk koneksi yang diijinkan ataupun diblokir dengan membuka Event Viewer di menu All Programs | Administrative Tools | Event Viewer
Di Event Viewer bagian panel kiri pilih Applications and Services Log | Microsoft | Windows | Windows Firewall with Advanced Security untuk melihat log lengkapnya.
  • Melihat log firewall di Windows 7

Fitur baru lainnya yang ada di Firewall Windows 7 yaitu memperbolehkan anda melakukan setting profile berbeda untuk setiap network adapter. Misal anda terhubung dengan jaringan LAN kantor dan juga terhubung dengan internet broadband melalui modem 3G, maka secara otomatis jaringan LAN akan menggunakan profil Work Network sedangkan akses melalui modem 3G akan di-set ke profil Public Network.

Setting firewall di mikrotik

Firewall adalah perangkat yang berfungsi untuk memeriksa dan menentukan paket data yang dapat keluar atau masuk dari sebuah jaringan. Dengan kemampuan tersebut maka firewall berperan dalam melindungi jaringan dari serangan yang berasal dari jaringan luar (outside network). Fungsi Utama dari sebuah Firewall adalah untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar, jadi jika firewall dikonfigurasi dengan benar akan memainkan peran penting dalam penyebaran jaringan yang efisien dan infrastrure yang aman.
        
Mengenal Firewall di MikroTik

Firewall dapat digunakan untuk melindungi router dari luar, baik dari berasal dari internet maupun dari lokal. Firewall dapat digunakan untuk melindungi netwok dari netwok lain yang melewati router. Fungsi Firewall pada MikroTik cukup banyak dan yang paling basic ada pada Menu IP – Firewall – Filter Rule. Filter Rule dalam MikroTik priority by number yang mana rule yang paling atas ke bawah, yang atas akan diprioritaskan terlebih dahulu barulah rule-rule dibawahnya, dimulai dengan number 0.

Packet Flow

Pada MikroTik terdapat tiga rule dasar packet flow, yang juga dikenal dengan istilah “chain” yaitu :

- Input

Paket yang masuk ke router baik itu dari port yang terhubung dengan internet maupun yang terhubung dengan jaringan lokal.

- Forward

Paket yang melewati router contoh dari internet publik ke jaringan lokal di bawah router atau sebaliknya dari jaringan lokal ke jaringan internet publik.

- Output

Paket yang keluar dari router menuju port yang terhubung dengan internet maupun yang terhubung dengan jaringan lokal.

A. Sharing internet



untuk topologinya adalah seperti berikut :
Fastnet —> Modem Cisco (didapat dari fastnet) —> Mikrotik –> client(switch/pc)
ether 1 : berasal dari fastnet
ether 2 : menuju client (switch/pc)
1.     pastikan untuk kabel LAN sudah terpasang dengan benar untuk konfigurasi dari fasnet menuju ether 1 dan dari ether 2 menuju ke switch/pc client
2. Dan dari pc client kita buka winbox. Untuk konfigurasi mikrotik. Di Baris Connect to kita isi ip si mikrotik. Disini sebagai contoh ip mikrotik nya 192.168.1.1. tp defaultnya ip mikrotik adalah 192.168.88.1. setelah baris Connect to di isi, kita isi admin dan passwordnya. Contoh :
3. nah setelah winbox terbuka akan ada menu di samping kiri. klik tab IP. Lalu pilih addresses. tambahkan ip address untuk interface yang mengarah ke client, dari topologi diatas maka di dapat ip address yang mengarah ke client adalah interface ether 2 dengan ip 192.168.1.1/24
4. klik DHCP Client dan gunakan tombol (+) untuk mendapatkan ip dari fastnet, nah akan muncul sebuah kotak. Ada Baris Interface. pilih ether 1 yg terhubung ke fastnet untuk mendapatkan ip nya. Setelah itu klik OK.
5.  Pastikan ketika kita sudah mendapatkan ip address dari fastnet setalah konfigurasi DHCP client dan  statusnya bound, muncul block ip address pada ip address list yang mengarah ke interface ether 1
6.  Pastikan setelah pada langkah diatas kita mendapatkan DNS, dengan memilih ip DNS, dan klik setting maka akan nampak DNS setting, pastikkan untuk mendapatkan ip DNS dari uplink fastnet, dalam case ini ketika status sudah bound pada DHCP Client tadi seharusnya ip DNS pun sudah di dapatkan, setelah itu centang Allow Remote Request, sehingga setiap client nantinya dapat merequest DNS tersebut.
7. konfigurasi Route, dalam case ini sama halnya dengan  DNS, sehingga ketika dhcp client berstatus bound maka untuk routeingnya juga akan muncul dst-address 0.0.0.0/0 yang mengarah ke ip yang di dapat pada upstrem isp.
8. konfigurasi firewall Nat dengan menggunakan action masquered. pada intinya masquareade berfungsi mentranslasikan ip public ke ip local. Kalo kata orang2 untuk sharing  internet di linux
9. jika kita ingin menjadikan konfigurasi pada lan client bersifat DHCP maka kita dapat menambahkan ip dan range ip pada DHCP server dengan interface mengarah ke client, dari case diatas berarti interface mengarah ke interface ether 2, akan tetapi jika menggunakan ip statik maka kita dapat melakukan setting pada pc kita dengan setting seperti berikut :
ip address       : 192.168.1.x
subnet mask   :  255.255.255.0
serta untuk gateway : 192.168.1.1
untuk x sembarang sesuai pembagian ip pada client yang kita inginkan, dan seharusnya sampai dengan langkah ini kita sudah dapat terkoneksi dengan internet.



 B.Blocking Web Via Filter Rule

Langkah langkahnya sebagai berikut
Pastikan bahwa PC anda memiliki aplikasi winbox untuk melakukan konfigurasi
Lakukan setting DHCP dan NAT pada seperti pada Posting sebelum saya sebelumnya disini
Sehingga PC Client dapat menerima IP secara otomatis dari Router dan terkoneksi secara langsung ke jaringan internet WAN PCR.

1. Memblock Spesifik User agar tidak mendapatkan koneksi internet
masuk kebagian IP > Firewall lalu pilih tab Filter Rule dan klik ( + ) untuk menambahkan pengaturan Firewall, kemudian akan muncul tampilan berikut



- pada tampilan berikut, Isi bagian Chain dengan perintah forward kemudian isi bagian Src. Address dengan IP user yang akan di block contoh 192.168.100.254 dan isi Out. Interface dengan Port yang terhubung dengan jaringan internet, contoh WAN-PCR

- Pindah ke Tab Action, kemudian pilih action Drop sehingga request yang dilakukan oleh User tersebut akan di drop.





- coba lakukan PING ke situs yang anda inginkan, contoh ping www.google.com, atau dengan langsung browsing dengan menggunakan PC tersebut.



- bisa dilihat bahwa User tersebut tidak mendapatkan koneksi Internet

- Memblock sebuah Users tidak selalu harus menggunakan IP dari PC User tersebut, namun bisa dengan mengisikan Src. MAC Address pada Tab Advance dengan MAC Address PC yang ingin di block dengan konfigurasi yang sama seperti berikut




- Dan hasilnya PC User tersebut tidak dapat melakukan PING ke manapun




2. Selanjutnya adalah dengan memblock IP User yang lebih dari 1 yaiu seperti berikut
- Pilih tab Address List kemudian klik ( + ) untuk menambahkan Grup dan IP Usernya, seperti berikut.




-  Kembali pada Tab Filter Rule, masuk bagian Tab Advance lalu isi bagian Src. Address List dengan Grup yang diinginkan untuk di block, seperti berikut



- Lakukan PING atau Browsing menggunakan PC User yang termasuk pada Grup tersebut, PC User tersebut tidak akan mendapatkan koneksi internet.





3. Memblock Situs yang tidak diinginkan
- masuk ke pengaturan Filter Rule dan klik ( + ), pada tab General, isi bagian Dst. Address dengan IP Situs yang ingin di block atau isikan dengan link situs yang ingin di block tersebut, contoh saya akan memblock situs www.pcr.ac.id seperti gambar berikut



- lakukan PING ke situs tersebut atau langung browsing ke situs tersebut.


- terlihat bahwa PC User tersebut sudah tidak dapat membuka situs yang telah di block oleh Mikrotik Router.

          Pada Konfigurasi Firewall ini, jika anda ingin melakukan pemblockan yang banyak atau lebih dari 1, cukup dengan menambahkan konfigurasinya pada Filter Rule sebanyak mungkin, dan jika ingin mendisable konfigurasi tersebut cukup dengan mengklik ( X ) pada menu bar Firewall tersebut, namun masih dapat di Aktifkan kembali.