Jumat, 21 Oktober 2016

Setting firewall di mikrotik

Firewall adalah perangkat yang berfungsi untuk memeriksa dan menentukan paket data yang dapat keluar atau masuk dari sebuah jaringan. Dengan kemampuan tersebut maka firewall berperan dalam melindungi jaringan dari serangan yang berasal dari jaringan luar (outside network). Fungsi Utama dari sebuah Firewall adalah untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar, jadi jika firewall dikonfigurasi dengan benar akan memainkan peran penting dalam penyebaran jaringan yang efisien dan infrastrure yang aman.
        
Mengenal Firewall di MikroTik

Firewall dapat digunakan untuk melindungi router dari luar, baik dari berasal dari internet maupun dari lokal. Firewall dapat digunakan untuk melindungi netwok dari netwok lain yang melewati router. Fungsi Firewall pada MikroTik cukup banyak dan yang paling basic ada pada Menu IP – Firewall – Filter Rule. Filter Rule dalam MikroTik priority by number yang mana rule yang paling atas ke bawah, yang atas akan diprioritaskan terlebih dahulu barulah rule-rule dibawahnya, dimulai dengan number 0.

Packet Flow

Pada MikroTik terdapat tiga rule dasar packet flow, yang juga dikenal dengan istilah “chain” yaitu :

- Input

Paket yang masuk ke router baik itu dari port yang terhubung dengan internet maupun yang terhubung dengan jaringan lokal.

- Forward

Paket yang melewati router contoh dari internet publik ke jaringan lokal di bawah router atau sebaliknya dari jaringan lokal ke jaringan internet publik.

- Output

Paket yang keluar dari router menuju port yang terhubung dengan internet maupun yang terhubung dengan jaringan lokal.

A. Sharing internet



untuk topologinya adalah seperti berikut :
Fastnet —> Modem Cisco (didapat dari fastnet) —> Mikrotik –> client(switch/pc)
ether 1 : berasal dari fastnet
ether 2 : menuju client (switch/pc)
1.     pastikan untuk kabel LAN sudah terpasang dengan benar untuk konfigurasi dari fasnet menuju ether 1 dan dari ether 2 menuju ke switch/pc client
2. Dan dari pc client kita buka winbox. Untuk konfigurasi mikrotik. Di Baris Connect to kita isi ip si mikrotik. Disini sebagai contoh ip mikrotik nya 192.168.1.1. tp defaultnya ip mikrotik adalah 192.168.88.1. setelah baris Connect to di isi, kita isi admin dan passwordnya. Contoh :
3. nah setelah winbox terbuka akan ada menu di samping kiri. klik tab IP. Lalu pilih addresses. tambahkan ip address untuk interface yang mengarah ke client, dari topologi diatas maka di dapat ip address yang mengarah ke client adalah interface ether 2 dengan ip 192.168.1.1/24
4. klik DHCP Client dan gunakan tombol (+) untuk mendapatkan ip dari fastnet, nah akan muncul sebuah kotak. Ada Baris Interface. pilih ether 1 yg terhubung ke fastnet untuk mendapatkan ip nya. Setelah itu klik OK.
5.  Pastikan ketika kita sudah mendapatkan ip address dari fastnet setalah konfigurasi DHCP client dan  statusnya bound, muncul block ip address pada ip address list yang mengarah ke interface ether 1
6.  Pastikan setelah pada langkah diatas kita mendapatkan DNS, dengan memilih ip DNS, dan klik setting maka akan nampak DNS setting, pastikkan untuk mendapatkan ip DNS dari uplink fastnet, dalam case ini ketika status sudah bound pada DHCP Client tadi seharusnya ip DNS pun sudah di dapatkan, setelah itu centang Allow Remote Request, sehingga setiap client nantinya dapat merequest DNS tersebut.
7. konfigurasi Route, dalam case ini sama halnya dengan  DNS, sehingga ketika dhcp client berstatus bound maka untuk routeingnya juga akan muncul dst-address 0.0.0.0/0 yang mengarah ke ip yang di dapat pada upstrem isp.
8. konfigurasi firewall Nat dengan menggunakan action masquered. pada intinya masquareade berfungsi mentranslasikan ip public ke ip local. Kalo kata orang2 untuk sharing  internet di linux
9. jika kita ingin menjadikan konfigurasi pada lan client bersifat DHCP maka kita dapat menambahkan ip dan range ip pada DHCP server dengan interface mengarah ke client, dari case diatas berarti interface mengarah ke interface ether 2, akan tetapi jika menggunakan ip statik maka kita dapat melakukan setting pada pc kita dengan setting seperti berikut :
ip address       : 192.168.1.x
subnet mask   :  255.255.255.0
serta untuk gateway : 192.168.1.1
untuk x sembarang sesuai pembagian ip pada client yang kita inginkan, dan seharusnya sampai dengan langkah ini kita sudah dapat terkoneksi dengan internet.



 B.Blocking Web Via Filter Rule

Langkah langkahnya sebagai berikut
Pastikan bahwa PC anda memiliki aplikasi winbox untuk melakukan konfigurasi
Lakukan setting DHCP dan NAT pada seperti pada Posting sebelum saya sebelumnya disini
Sehingga PC Client dapat menerima IP secara otomatis dari Router dan terkoneksi secara langsung ke jaringan internet WAN PCR.

1. Memblock Spesifik User agar tidak mendapatkan koneksi internet
masuk kebagian IP > Firewall lalu pilih tab Filter Rule dan klik ( + ) untuk menambahkan pengaturan Firewall, kemudian akan muncul tampilan berikut



- pada tampilan berikut, Isi bagian Chain dengan perintah forward kemudian isi bagian Src. Address dengan IP user yang akan di block contoh 192.168.100.254 dan isi Out. Interface dengan Port yang terhubung dengan jaringan internet, contoh WAN-PCR

- Pindah ke Tab Action, kemudian pilih action Drop sehingga request yang dilakukan oleh User tersebut akan di drop.





- coba lakukan PING ke situs yang anda inginkan, contoh ping www.google.com, atau dengan langsung browsing dengan menggunakan PC tersebut.



- bisa dilihat bahwa User tersebut tidak mendapatkan koneksi Internet

- Memblock sebuah Users tidak selalu harus menggunakan IP dari PC User tersebut, namun bisa dengan mengisikan Src. MAC Address pada Tab Advance dengan MAC Address PC yang ingin di block dengan konfigurasi yang sama seperti berikut




- Dan hasilnya PC User tersebut tidak dapat melakukan PING ke manapun




2. Selanjutnya adalah dengan memblock IP User yang lebih dari 1 yaiu seperti berikut
- Pilih tab Address List kemudian klik ( + ) untuk menambahkan Grup dan IP Usernya, seperti berikut.




-  Kembali pada Tab Filter Rule, masuk bagian Tab Advance lalu isi bagian Src. Address List dengan Grup yang diinginkan untuk di block, seperti berikut



- Lakukan PING atau Browsing menggunakan PC User yang termasuk pada Grup tersebut, PC User tersebut tidak akan mendapatkan koneksi internet.





3. Memblock Situs yang tidak diinginkan
- masuk ke pengaturan Filter Rule dan klik ( + ), pada tab General, isi bagian Dst. Address dengan IP Situs yang ingin di block atau isikan dengan link situs yang ingin di block tersebut, contoh saya akan memblock situs www.pcr.ac.id seperti gambar berikut



- lakukan PING ke situs tersebut atau langung browsing ke situs tersebut.


- terlihat bahwa PC User tersebut sudah tidak dapat membuka situs yang telah di block oleh Mikrotik Router.

          Pada Konfigurasi Firewall ini, jika anda ingin melakukan pemblockan yang banyak atau lebih dari 1, cukup dengan menambahkan konfigurasinya pada Filter Rule sebanyak mungkin, dan jika ingin mendisable konfigurasi tersebut cukup dengan mengklik ( X ) pada menu bar Firewall tersebut, namun masih dapat di Aktifkan kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar