Keamanan jaringan adalah bentuk pencegahan atau deteksi pada hal yang bersifat
gangguan dan akses tak seharusnya pada Sistem Jaringan Komputer.
Langkah-langkah pencegahan membantu menghentikan pengguna yang tidak sah yang
disebut “penyusup” untuk mengakses setiap bagian dari sistem jaringan komputer
.
Untuk mengetahui sistem keamanan jaringan yang dibutuhkan, maka perlu melalui
beberapa tahapan berikut yang disebut sebagai manajemen resiko berupa:
- Pengumpulan
Informasi; Identifikasi Aset berupa: Perangkat Keras, Perangkat Lunak
(Sistem Operasi dan Aplikasi), Perangkat Jaringan dan Komunikasi Data,
Pengguna Jaringan, Lingkungan, Sarana Pendukung lainnya
- Analisis:
- Penilaian
terhadap segala bentuk ancaman (threat)
- Fisik;
Hardware, Perangkat Jaringan, Perangkat Komunikasi Data
- Logik;
Aplikasi, Sistem Operasi, Data & Informasi
- Penilaian
terhadap bagian yang berpotensi terkena gangguan (vulnerability)
- Penilaian
terhadap perlindungan yang efektif (safeguard)
- Output
- Menjalankan
safeguard / risk analysis tools
- Keamanan
fasilitas fisik jaringan
- Keamanan
perangkat lunak
- Keamanan
pengguna jaringan
- Keamanan
komunikasi data
- Keamanan
lingkungan jaringan
A. Tujuan sistem keamanan jaringan
Tujuan Keamanan jaringan computer adalah untuk mengantisipasi resiko jaringan komputer berupa bentuk ancaman fisik maupun logik baik langsung ataupun tidak langsung mengganggu aktivitas yang sedang berlangsung dalam jaringan computer.
Keamanan jaringan sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas keamanan jaringan dikontrol oleh administrator jaringan. Sistem keamanan jaringan didefinisikan dari kelima point ini.
Tujuan Keamanan jaringan computer adalah untuk mengantisipasi resiko jaringan komputer berupa bentuk ancaman fisik maupun logik baik langsung ataupun tidak langsung mengganggu aktivitas yang sedang berlangsung dalam jaringan computer.
Keamanan jaringan sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas keamanan jaringan dikontrol oleh administrator jaringan. Sistem keamanan jaringan didefinisikan dari kelima point ini.
- Confidentiality
Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang
memiliki wewenang.
- Integrity
Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki
wewenang.
- Availability
Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang
ketika dibutuhkan.
- Authentication
Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan
benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
- Reliability
Handal
B. Cara pengamanan jaringan
Pada umumnya, pengamanan dapat dikategorikan menjadi 2 jenis: pencegahan (preventif) dan pengobatan (recovery). Usaha pencegahan dilakukan agar sistem informasi tidak memiliki lubang keamanan, sementara usaha-usaha pengobatan dilakukan apabila lubang keamanan sudah dieksploitasi.
Langkah preventif sistem keamanan jaringan yang harus dilakukan Admin jaringan adalah:
Pada umumnya, pengamanan dapat dikategorikan menjadi 2 jenis: pencegahan (preventif) dan pengobatan (recovery). Usaha pencegahan dilakukan agar sistem informasi tidak memiliki lubang keamanan, sementara usaha-usaha pengobatan dilakukan apabila lubang keamanan sudah dieksploitasi.
Langkah preventif sistem keamanan jaringan yang harus dilakukan Admin jaringan adalah:
- MENGATUR
AKSES (ACCESS CONTROL); Salah satu cara yang umum digunakan untuk
mengamankan informasi adalah dengan mengatur akses ke informasi melalui
mekanisme “access control“ . Implementasi dari mekanisme ini antara lain
menggunakan “PASSWORD”
- MENUTUP
SERVIS yang tidak digunakan; Seringkali sistem ( perangkat keras dan/atau
perangkat lunak) diberikan dengan beberapa servis dijalankan sebagai
default. Sebagai contoh, pada sistem unix servis-servis berikut sering
dipasang dari vendornya: finger, telnet,ftp, smtp, pop,echo dll. Servis
tsb tdk semuanya dibutuhkan. Untuk mengamankan sistem servis yang
tidak diperlukan di server (komputer) tsb sebaiknya dimatikan.
- MEMASANG
PROTEKSI; Untuk lebih meningkatkan keamanan sistem informasi, proteksi
dapat ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum) dan yang
lebih spesifik adalah firewall. Filter dapat digunakan untuk menfilter
e-mail, informasi, akses atau bahkan dalam level paket.Sebagai contoh: Di
sistem UNIX ada paket program tcpwrapper yang dapat digunakan untuk
membatasi akses kepada servis atau aplikasi tertentu. Misalnya servis
TELNET dapat dibatasi untuk sistem yang memiliki nomor IP tertentu atau
memiliki domain tertentu.
- FIREWALL;
Firewall merupakan sebuah perangkat yang diletakkan antara internet dengan
jaringan internal. Tujuan utama dari firewall adalah Untuk menjaga
(prevent) agar akses (ke dlm maupun ke luar ) dari orang yang tidak
berwenang (unauthorized access) tdk dpt dilakukan. Konfigurasi dari
firewall bergantung kpd kebijaksanaan (policy) dari organisasi
yang bersangkutan, yg dpt dibagi menjadi 2 jenis:
- Apa-apa
yg tdk diperbolehkan secara eksplisit dianggap tidak diperbolehkan
(prohibitted)
- Apa-apa
yg tdk dilarang eksplisit dianggap diperbolehkan (permitted)
- PEMANTAUAN
ADANYA SERANGAN; Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk
mengetahui adanya tamu tak diundang (intruder) atau adanya serangan
(attack). Nama lain dari sistem ini adalah “intruder detection system”
(IDS). Sistem ini dapat memberitahu administrator melalui e-mail.
- AUDIT;
Mengamati Berkas Log. Segala (sebagian besar) kegiatan penggunaan sistem
dapat dicatat dalam berkas yang biasanya disebut “logfile” atau “log”
saja. Berkas log ini sangat berguna untuk mengamati penyimpangan yang
terjadi. Kegagalan untuk masuk ke sistem (login), misalnya tersimpan di
dalam berkas log.
- BACK
UP secara rutin; Seringkali tamu tdk diundang (intruder) masuk ke dlm
sistem dan merusak sistem dengan menghapus berkas- berkas yang dapat ditemui.
Jika intruder ini berhasil menjebol sistem dan masuk sebagai super user
(administrator), maka ada kemungkinan dia dpt menghapus seluruh berkas.
Untuk itu, adanya backup yang dilakukan secara rutin merupakan sebuah hal
yang esensial
- ENKRIPSI;
Teknik pengkodean data yang berguna untuk menjaga data / file baik di
dalam komputer maupun pada jalur komunikasi dari pemakai yang tidak
dikehendaki. Enkripsi diperlukan untuk menjaga kerahasiaan data. Teknik
Enkripsi: DES (Data Encryption Standard), RSA (Rivest Shamir Adelman)
Cara Pengamanan Jaringan Komputer dengan recovery biasanya
akan lebih memakan waktu dan bersifat tentative. Tergantung kerusakan yang
dihasilkan. Jika kerusakan fisik tentu butuh penggantian fisik dan kalau perlu
instalasi ulang. Jika kerusakan logik, maksimal kita melakukan recovery
data dengan mengembalikan status ketitik restorasi sebelum eksploitasi lubang
keamanan terjadi. (kembali ke backup titik aman sebelumnya)
C. Ancaman pada sistem keamanan jaringan
Sistem Keamanan Jaringan yang sudah dipasang biasanya memiliki kelemahan pada beberapa aspek yang berpotensi rentannya sistem keamanan jaringan beberapa faktor yang harus dicermati sebagai”ancaman” terhadap sistem keamanan jaringan adalah:
C. Ancaman pada sistem keamanan jaringan
Sistem Keamanan Jaringan yang sudah dipasang biasanya memiliki kelemahan pada beberapa aspek yang berpotensi rentannya sistem keamanan jaringan beberapa faktor yang harus dicermati sebagai”ancaman” terhadap sistem keamanan jaringan adalah:
- Kelemahan
manusia (human error); member dari sebuah organisasi atau perusahaan
adalah manusia. Terkadang manusia melakukan kesalahan yang berakibat
fatal. Seperti lupa, dll mengatasinya tidak ada cara lain selain reminder
dan pembekalan intensif dari organisasi pada membernya.
- Kelemahan
perangkat keras komputer; semua hardware ada usianya. Jika salah satu
modul rusak, maka itu bisa menjadi celah masuknya serangan karena sistem
keamanan jaringan tidak berfungsi secara normal. Contoh: kegagalan backup
HD karena rusak. Mengatasinya harus ada sistem penggantian HW untuk usia
tertentu, dan pertimbangkan skema redundance untuk backup (RAID).
- Kelemahan
sistem operasi jaringan; software sistem operasi jaringan pun memiliki
banyak kelemahan. Oleh karena itu soj berbayar tetap kontinyu melakukan
patching terhadap sistem keamanannya. Karena upaya serangan terhadap
kelemahan OS terus meningkat levelnya. Bagaimana yang tidak berbayar?
Semoga tidak ada upaya massive untuk penyerangan keamanannya.
- Kelemahan
sistem jaringan komunikasi; sistem jaringan komunikasi sebagai sumber
transmisi data juga rentan akan kerusakan. Namun, sebagai bagian
perusahaan penyedia layanan komunikasi pasti akan memiliki berbagai upaya
troubleshooting jika ada gangguan. Tetap saja celah untuk itu ada meskipun
mungkin sangat tipis.

